Andrari Tekankan Pentingnya Bridging Sistem Informasi Rumah Sakit dan BPJS

Pangkalan Kerinci - Kepala Program Pemilu Elektronik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi ( BPPT ) RI Andrari Grahitandaru dalam pertemuan Bimbingan Teknis Penyusunan Master Plan Smart City Kabupaten Pelalawan di hari kedua pertemuan ketiga,  mengkoordinasikan karakteristik masing masing daerah diselaraskan dengan visi dan misi Bupati Pelalawan dengan Quick Win Pelalawan Sehat dan Pelayanan Publik E Government. Bertempat di Aula  Bappeda Pangkalan Kerinci. Rabu (20/09)

Memperbaiki kekurangan pelayanan kesehatan mempertajam quick win pelalawan sehat menuju smart city. Andrari mengatakan perlunya kerjasama dari Badan Penyelenggara Jasa Sosial Kesehatan ( BPJS ) Pangkalan Kerinci memudahkan pihak kesehatan yakni pelayanan rumah sakit di Kabupaten Pelalawan sebagai contoh bisa memasukkan ketersedian kamar, informasi poli dan penanganan UGD di aplikasi BPJS Kesehatan, sehingga dapat memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi kesehatan akan informasi ketersediaan kamar rumah sakit sesuai faskes BPJS Kesehatannya. Sedangkan untuk pelayanan di puskesmas diharapkan masing masing puskesmas dapat memasang titik koordinat puskesmasnya dimasing masing kecamatan.

Sementara itu menurut perwakilan BPJS Kesehatan Pangkalan Kerinci Melda Rumiati menanggapi pertanyaan Andrari Grahitandaru Ketua Tim Pendamping Smart City Kemenkominfo RI, mengatakan pengintegrasian data informasi dari SIM(Sistem Informasi Management) Rumah Sakit bisa dilakukan dengan bridging SIM Rumah Sakit  versi 2.1 rumah sakitnya terintalasi terlebih dahulu  sehingga tim IT BPJS bisa melakukan integrasi datanya di aplikasi BPJS, dan untuk bridging dengan BPJS SIM Rumah sakit harus menggunakan Sistem Informasi versi 2.1 dengan BPJS. Andrari menekankan kedepan akhir Oktober 2017 ini Rumah Sakit Umum Selasih dan Rumah Sakit Efarina sudah bridging SIM Rumah Sakit versi 2.1 dengan BPJS, sebagai contoh pelayanan kesehatan rumah sakit dalam menuju smart city pelalawan,pentingnya memanfaatkan sistem informasi yang sudah ada tanpa membuat aplikasi baru yang lebih baik dan menganggarkannya.

Ia juga menambahkan Pentingnya mensinergikan seluruh seluruh Rumah sakit swasta dan pemerintah untuk menggunakan SIMRS yang sudah disiapkan Kemenkes dan dibridging dengan aplikasi BPJS yang keduanya sudah terintegrasi dengan database kependudukan nasional. Untuk itu program smart city Pelalawan Sehat akan terwujud paling lambat akhir tahun 2018 dimana seluruh Rumah Sakit Swasta akan terintegrasi dengan aplikasi kesehatan Nasional. Adapun quickwin Pelalawan Sehat sampai Oktober 2017 ini dilaksanakan pada RSUD Selasih, sebagai contoh termanfaatkannya integrasi aplikasi nasional kesehatan di Pelalawan.

Hadir dalam kesempatan tersebut Anggota Komisi I DPRD H.Abdullah,M.Si,Kadiskominfo Pelalawan Fakhrizal,M.Si,Kabid Kominfo Syamsul Bakhri,M.Si,Perwakilan BPJS Kesehatan Pangkalan Kerinci Melda Rumiati,Peserta Bimtek dari OPD dan Kecamatan.(rls/ryan)

Tweet Share Share
BERITA TERKAIT