Bupati Pelalawan H.M.Harris Buka Bono Surfing Tahun 2019 Teluk Meranti

Bupati Pelalawan H.M.Harris Buka Bono Surfing Tahun 2019 Teluk Meranti

Pelalawan,infopublik -  Bupati HM Harris membuka Bono Surfing 2019, Senin malam. Nantinya, ada dua peselancar wanita dari mancanegara yang akan bertarung di Festival internasional yang berlangsung di Teluk Meranti Riau, empat hari ke depan itu.

Tampak hadir dalam pembukaan tersebut Kepala Calender Of Event (CEO) Wonderful Nusantara dan Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata (Kemenparekraf) dan Ekonomi Kreatif  Republik Indonesia Hesty Reko Astuti, Wakapolres Pelalawan,Pejabat di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Para Kepala OPD, Peselancar ,Tokoh Pemuda,Masyarakat,Agama yang turut hadir memeriahkan pembukaan acara. Kamis (14/11).

Para surfer peselancar  akan dibawa ke Teluk Meranti mulai Selasa (12/11/2019) dan akan berada disana hingga acara puncak festival Bono Surfing Kamis (14/11/2019) ini. Selain itu, serangkaian acara digelar panitia mulai dari pertunjukan musik dan budaya serta permainan tradisional selama event pariwisata tingkat nasional ini. "Ada permainan bakiak, gasing, hingga acara musik serta kebudayaan sebagai penarik wisatawan untuk datang berkunjung ke Pelalawan.

Bupati H.M Harris menyebut, wisata Ombak Bono sudah dikenal di tingkat internasional setelah setiap tahun digelar event pariwisata di Teluk Meranti. Dia berharap, Pemprov Riau dan Kementerian Pariwisata semakin mendukung pengembangan wisata Bono dengan membangun fasilitas dan sarana prasarana yang dibutuhkan.

"Jika mengharapkan APBD Pelalawan saja, pembangunannya cukup lamban. Memang selama ini provinsi dan pusat sudah ikut membantu. Tapi kit berharap lebih ditingkatkan lagi," tukasnya.

Sementara itu Kepala Calender Of Event (CEO) Wonderful Nusantara dan Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata (Kemenparekraf) dan Ekonomi Kreatif  Republik Indonesia Hesty Reko Astuti mengatakan bahwa dirinya sangat terkesan dengan fenomena alam ombak Bono Sungai Kampar setelah dirinya melihat secara langsung. Pihaknya mengaku takjud dengan gelombang yang tinggi ada di sungai dan tidak hanya di laut saja. Fenomena unik serta keindahan gelombang sungai itu, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang. Untuk itu pengembangan wisata ombak Bono harus dilakukan dengan serius agar menjadi destinasi wisata unggulan di Riau.

“Ya, Bekudo Bono merupakan salah satu festival wisata masuk dalam kelendar ivent pariwisata nasional dan disamping itu juga tahun depan atau tahun 2020 Bekudo Bono kembali masuk kalender destinasi wisata . Untuk masalah sarana dan prasarana di wisata Bono kita sangat mendukung, dimana kita akan mengajukan anggarannya. Saya meminta kepada Pemerintah Kabupaten Pelalawan untuk tidak bisa berharap pada wisata surfing saja, tapi harus mengembangkan yang lainnya salah satunya pada bidang budaya juga,”terangnya.(MC Pelalawan/ryan)

 

Tweet Share Share
BERITA TERKAIT